Oleh: Felicia Armani
Celoteh riang dan suara tawa anak-anak Fakultas Ekonomi Program Studi Ilmu Manajemen di kampusku mendadak senyap saat seorang laki-laki paruh baya yang mengenakan pakaian dinas PNS naik ke atas podium dan menyampaikan pidato penyambutan.
Oleh: Yasmin
“Dik, tolong kupasin udang ya?” pinta si kakak sambil sibuk menyiapkan bumbu-bumbu.
“Oke, kak. Memangnya mau masak apa sih?” tanya si adik. Tangannya membuka bungkusan plastik berisi udang yang baru mereka beli di Supermarket.
“Tom Yam, dik.” Kakak menjawab sambil terus sibuk mengulek bumbu-bumbu.
“hmmm sedaaaap,” jawab adik sambil menguliti udang berukuran sedang.
“Mudah-mudahan, dik,” jawab kakak lagi.
Adik: ???? Merasa heran… aneh nih si kakak, seperti nggak yakin akan masakannya.
Ketika kita masing-masing sudah berpasangan, tiba-tiba kita jatuh cinta dengan salah satu pasangan itu. Rasanya tersiksa, kebahagiaan yang menyiksa karena menahan diri dan menyimpan rahasia sekuat hati. Itulah yang dialami teman kita A.Dedek dan mengisahkannya berikut ini.
Kumulai cerita ini dari November 2012, saat aku bertemu dengannya, orang yang sebelumnya tak terpikirkan bisa jadi pasanganku. Saat perkenalan itu, aku tidak sendiri, dia pun tidak, kami masing-masing punya pasangan. Sebelum berkenalan, aku pernah melihat fotonya, perempuan yang cantik. Dia berhasil merebut hatiku. Dan aku menyimpulkan, aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta pada …
Oleh: Lahksmi
Kau tulis sejarah tentangku
Dengan segala jejak dusta penuh kepalsuan
Kau tolak aku ke lumpur
Tapi bagai debu, aku bangkit.
Apa semangatku mengganggumu?
Mengapa kau menghasutku dengan wajah suram?
Sebab aku berjalan bagai pemilik tambang minyak
Yang mengalir di ruang tamu rumahku
Puisi di atas adalah penggal pertama dari puisi Still I Raise oleh Maya Angelou. Puisi yang menantang bagi orang-orang yang menentangnya. Aku bergetar membaca puisi ini. Puisi yang relevan dengan kehidupan para lesbian.
Orientasi seksual sering kali menjadi hal yang tidak ingin dibicarakan, sehingga bagi beberapa lesbian, mereka menganggapnya suatu rahasia besar. Sehingga lahirlah para intimidator …
Oleh: bE
Siapa yang senang dicap kuper? Masa nggak ada, sih? Ayo, ngaku ajah! Eh, kok malah maksa. Hihi…
Aku yakin tidak ada yang bersedia dicap kuper. Di benak kita, orang-orang kuper pastilah selalu tersisih dari pergaulan dan dijauhi. Sebagai makhluk sosial plus lesbi, dikucilkan pastilah tergolong mimpi paling buruk di siang bolong.
Oleh: dr. Mills Soren
Ini sudah yang ketiga kalinya Bubi lupa membeli makanan Pessy, kucing kesayangan kami yang pesek itu, padahal stok makanannya sudah benar-benar habis. Saat kutanya, dia cuma bisa bilang, “Maaf, Sayang. Kasih saja dulu si Pessy makan nasi sama ikan teri. Bubi cape banget, sakit kepala juga. Mau mandi terus tidur.”
Oleh: Nuha Guwa
Keterlibatan perempuan-perempuan muda dan cantik dalam arena politik menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini. Isu yang paling berkilau dari isu seleksi caleg yang harus memenuhi kuota perempuan ketika sejumlah nama perempuan cantik digandengkan dengan nama-nama tersangka pelaku korupsi dan praktik pencucian uang.
Yang paling menyedihkan tentu saja ketika perempuan dijadikan salah satu cara bahkan aset dalam menyalurkan sejumlah uang tak halal tadi. Dianggap cara yang paling gampang sebagai sumber penyimpanan harta haram. Sungguh menyedihkan jika kemudian fakta ini membuat perempuan seolah menjadi pelaku bukan korban malang yang dijadikan sasaran dalam …