Mendefinisi Ulang Gender
Oleh: Alex
Tulisan ini merupakan terjemahan dan intisari tulisan yang dikutip dari artikel di majalah Newsweek, berjudul Rethinking Gender terbitan 21 Mei 2007, dengan sampul depan Bill Clinton berbisik pada Hillary Clinton.
Tulisan lengkap bisa dibaca di: http://www.msnbc.msn.com/id/18618970/site/newsweek/
Apa yang dimaksud gender? Gender jelas lebih dari sekadar bentuk fisik yang ada di antara kaki kita. Sejarah dan ilmuwan menyatakan bahwa gender lebih sulit dan rumit diterangkan daripada sekadar anatomi. (Gender juga terpisah dari orientasi seksual) Gender membantu kita mengelompokkan dunia ke dalam dua kotak, lelaki dan perempuan, dan memberi kita cara untuk bisa menilai seseorang yang kita temui di jalan.
Bagi kebanyakan orang, gender adalah sesuatu yang alami sealami kita bernapas. Kita tidak punya masalah dengan jenis kelamin yang tercantum di KTP kita. Dan, kita tahu seperti apa kita ingin dilihat dunia—celana atau rok, kaus atau blus, sepatu hak tinggi atau sneakers. Tapi mereka yang menganggap diri mereka transgender merasa ada yang tidak pas dengan jenis kelamin yang ditetapkan pada diri mereka sejak lahir dengan cara mereka memandang atau mengekspresikan diri. Perkiraan kasar dari National Center for Transgender Equality di Amerika sekitar 750,000 hingga 3 juta penduduk Amerika (kurang dari 1 persen)—mengalami kesulitan saat menunjukkan diri mereka di depan publik.
Banyak di antara transgender itu yang kesulitan mencari pekerjaan dan diskriminasi dari masyarakat dan lingkungan sekitar. Namun diskriminasi sendiri bukanlah kekuatiran terburuk buat orang-orang transgender ini. Mereka juga berisiko tinggi mengalami kekerasan dan tindak kriminal berdasarkan kebencian.
Untuk baca artikel lengkapnya, silakan klik:
http://www.msnbc.msn.com/id/18618970/site/newsweek/














Leave your response!