Buku&Film: Fingersmith – Kisah Lesbian penuh Twist
Oleh: Alex
http://rahasiabulan.blogspot.com/
Sarah Waters adalah penulis historical (lesbian) fiction terbaik saat ini. Dua bukunya, Fingersmith dan The Night Watch masuk dalam daftar shorlist Man Booker Prize dan Orange Prize untuk tahun 2002 dan 2006. Dua penghargaan bergengsi untuk sastra dunia.
Ia memang spesialis menulis novel-novel lesbian yang bersetting sejarah. Tema disertasi PhD-nya adalah gay and lesbian historical fiction yang kemudian menjadi dasar novel pertamanya Tipping the Velvet yang terbit pada tahun 1998.
Fingersmith bersetting di Inggris pada tahun 1800an. Novel ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama dimulai ketika gadis yatim piatu bernama Sue yang dibesarkan kelompok pencuri di London diminta untuk membantu lelaki yang dijuluki Gentleman untuk menipu harta seorang gadis lugu bernama Maud. Jadilah Sue menyamar menjadi pembantu pribadi Maud di daerah pedesaan. Di situ tugasnya memuluskan jalan Gentleman agar bisa menikahi Maud lalu menguasai harta gadis itu. Sama seperti Sue, Maud juga yatim piatu. Dia dibesarkan oleh pamannya dan harta yang dimiliki Maud baru bisa jatuh ke tangannya jika dia menikah.
Perlahan-lahan di antara Sue dan Mau terbentuk persahabatan yang melebihi persahabatan antara pembantu dan majikan. Dan Sue yang mulai jatuh cinta pada Maud makin lama jadi tidak enak hati mengingat sejak awal dia memang bertujuan menipu Maud. Namun cerita novel ini tidaklah sederhana karena pada akhir bagian pertama, pembaca disuguhi kejutan dahsyat. Pada bagian kedua, narasi pindah ke sudut pandang Maud. Dan baru ditutup lagi pada bagian ketiga oleh Sue. 
Novel ini penuh dengan twist, yang bakal membuat pembaca terpelintir terseret masuk ke dalam plot novel. Saya tidak mau bercerita terlalu banyak tentang isi ceritanya karena bakal mengurangi kenikmatan membaca jika saya sudah membocorkan terlalu banyak di sini. Tapi dijamin Anda akan terpukau dengan kehebatan Sarah Waters dalam memesona Anda lewat tulisannya. Beneran deh, ini satu novel yang membuat kita nggak bisa berhenti baca, dan filmnya juga amat “menegangkan”.
Buat Anda yang “malas” baca buku, mungkin bisa menggunakan jalan pintas dengan menonton filmnya yang sudah difilmkan oleh BBC. Filmnya juga tidak kalah seru dan termasuk film yang bisa memindahkan isi buku ke layar dengan baik, tapi kenikmatan membaca buku masih lebih tinggi dibanding menonton film yang berdurasi sekitar 3 jam ini. Oya, kalau Anda menonton DVD-nya, jangan lupa bahwa DVD ini terbagi menjadi 2 bagian, yang bagian keduanya harus Anda pilih di bagian Menu. Jadi film ini tidak langsung 3 jam nonstop.
@Alex, SepociKopi, 2007









Alex, beli novelnya di mana yah?
aku beli di Kinokuniya, Plasa Senayan . Coba aja cari di sana, sapa tau masih ada. Kemarin dulu aku ketemu The Night Watch di Plasa Indo.
bukunya susah buanget ya lex. mending nonton film nya aja deh! hehehe..
huehehe, bukunya emang “Inggris” banget…
tp seru kok
hai salam kenal
namaku niu… aku baru baca fingersmith, tapi pdfnya. nemuinya juga g sengaja. lagi liburan, aku baca eh, ternyata baguuuuuuuuuusssss banget. plot ceritanya keren. asik
cari aja online..banyak banget kok yg free…search aja..:)..malah ada yang audiobook jg
huhuhuhu td siang ke PS mo nyari buku fingersmith tp lg kosong… hiks hiks T___T
tp tetep donlot audionya si hihihihi
tp… kpengen punya bukunya juga… =p
di mana beli nya ?
film nya ky nya susah ya cari nya
aq prnah nton THE L WORD
hmpir sama cerita “L”
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Mei ini adalah bulan yang sarat dengan perenungan atas hari besar perayaan Pendidikan Nasional dan Kebangkitan Nasional. Bertanyalah pada diri masing-masing: apa arti pendidikan? Apa arti kebangkitan? Dua elemen ini jika digabung, maka akan menjadi dua kata yang dasyat sekali: kebangkitan pendidikan. Jika pendidikan adalah hal yang sangat esensial untuk masa depan, maka apa fungsinya bagi kebangkitan lesbian?
Lesbian, era sekarang adalah era digital. Perubahan sistem pembelajaran dan pendidikan bergeser mengikuti teknologi yang terus bergerak. Demikian juga kesadaran akan penerimaan diri bagi kaum lesbian. Dulu, tubuh lemas dan tak memiliki kekuatan, kini tubuh perlahan-lahan mendapat asupan gizi sehingga menjadi kuat dan sanggup berdiri.
Lesbian, mari bangkitkan diri. Mari hilangkan rasa ketakutan, kesedihan, inferioritas, ketakberdayaan, dan seluruh perilaku negatif yang ujung-ujungnya akan menyeret lesbian menuju kehancuran masa depan. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kaum lesbian untuk berdamai dan berbahagia. Kuatkan hati, raih mimpi, teruskan perjuangan. Peluk cium untuk segenap pembaca setia SepociKopi.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 63 queries. 0.740 seconds.