Perempuan dan Revolusi
Bolehkah aku menjadi seorang yang revolusioner, namun tetap menggunakan kemeja yang harganya tujuh ratus ribu? Atau menelaah pemikiran Karl Marx sambil menyemprot wewangian ke tubuh dengan merek parfum, Paris Hilton? Apakah aku bisa ikut berdemonstrasi menggunakan kacamata hitam keluaran Guess?
Goenawan Muhammad menulis banyak tentang revolusi, ia katakan bahwa revolusi adalah permusuhan, kekerasan sikap. Sementara bila kita mengaitkan revolusi itu sendiri dengan tokoh-tokoh, maka akan muncul sederetan nama seperti Ernesto Che Guevara yang sepertinya jauh dari waxing, Gandhi yang hanya dibalut oleh sehelai kain putih, Mao Ze Dong, yang terkenal dengan prajuritnya yang keras, rela memakan tali pinggang, kulit kayu, dan sebagainya sebagai penampakan dari sikap tidak berfoya-foya.
Sambil menangkapi hamburan kata revolusi yang berterbangan di dalam kamarku, membentur seperangkat alat kecantikan yang tak tersusun rapi, yang terselip masuk ke tas laptop, yang menembusi koleksi sebagian bukuku yang betul-betul kontra-revolusi, kutangkap satu. Kuletakkan di samping foto perempuanku. Perempuan dan revolusi. Perempuan dan perubahan mendadak.
Ada sederet nama perempuan, Benazir Bhuto yang tewas baru-baru ini, dijadikan sebuah momentum bagi beberapa kawan-kawan kiri, sebagai sebuah dialektika. Dalam Reason in Revolt, perubahan dan pergerakan melibatkan kontradiksi. Kematian memunculkan kehidupan. Kematian Bhuto, adalah salah satu symptom, di mana perubahaan yang diinginkan oleh para revolusioner kiri—setidaknya teman-temanku menyebut diri mereka begitu—akan niscaya terjadi.
Ketika coffee break kantor, saat semua koran hangat mengulas tentang Bhuto, aku sedang membaca majalah mini yang mengulas tentang proyek pembangunan mal baru beserta condominium, sebuah city walk. Rencananya, bangunan yang—bila memang akan
terealisasi seperti yang ada di gambar majalah—persis serupa Cilandak Town Square di daerah Selatan Jakarta itu, akan diisi oleh store-store dari brand kenamaan. Kawanku menyela, seraya memperlihatkanku foto almarhumah Bhuto yang sedang berpidato di depan massa, ia bertanya “Kira-kira merek kaca mata yang dipake Benazir Bhuto apa ya?”
Suatu ketika, ada imbauan berdemonstrasi. Tujuan demo jelas. Legalitasnya pun sudah diurusi dengan rapi. Demo itu akan diikuti oleh banyak kalangan LSM, sejumlah universitas negeri dan swasta serta para simpatisan independen. Aku dihubungi oleh
kawan LSM yang akan ikut turun jalan menyuarakan perubahan, ia melakukan konfirmasi mengenai keikutsertaanku. Lantas aku bertanya “Demonya boleh bawa payung nggak?”
Revolusi dan perempuan. Mungkin memang sedikit agak ribet……
@Hanya Perempuan, SepociKopi, 2008
Tentang Hanya Perempuan:
Seorang perempuan yang bekerja di media massa dan berharap punya bargaining power yang tinggi untuk tetap tidak coming out. Pemerhati kebersihan dan kesehatan kulit tangan, dan memutuskan untuk menjadi vegetarian.










me-revolusi revolusioner, boleh juga. jadi yang jadi pe-revolusi di revolusi juga, disulap jadi demikian rupa yang lebih revolusioner-lah, huehehe. jadi, apakah perlu direvolusi juga “feminis memutuskan jadi lesbian” ?
jadi kayak provokator nih, penyulut kerusuhan.
hehehe, sori, ketinggalan namaku, ketulis p doank
Aku pikir ada kesalahan dalam melihat revolusi.Tulisan di atas terlihat mencampuradukan antara kapitalisme, perempuan, gender dan revolusi. Memang ada hubungannya, tapi dlm tulisan tsb menjadi campur aduk gak jelas sehingga gak kebaca nalar berpikirnya..
aku suka baca tulisan spt ini. mencerahkan!!! hanya perempuan terus nulis ya!
*ketawa ngakak* kalau aku, pastinya pake tabir surya, payung super gede, kacamata item.
nyambung banget neh tulisan, jadi inget waktu ikut-ikutan demo duluuuuuu di kampus.
qt berdua ga mudeng ama isinya. maksudnya apa ya, e apa qt berdua katro nih.
tere & memes
tere: mes, ak mulai dikit ngerti ama isi tulisan ini.
memes: eling tere, wong katro mo sok ikut borjuis.?
tere: skeptis amat sih, gini, kalo qt diajak demo penghematan BBM, qt kudu pake BMW.
memes: BMW? BMW moyangmu apa? nyang ada juga bebek 1/2 tak tuh. apa coba hubnya dgn L?
tere: nkali maksudnya, biar L tetap wedok, wedok itu ribet.
memes: lah kalo diajak demo menuntut persamaan hak kaum gay, mo pake apa?
tere: (manggut2 sambil ngupil)
memes: ayo?! wong pacaran aja ngumpet2 gini. emang tuh LSM atau apalah lembaganya, mau apa peduli n nampung kalo qt didepak ama keluarga n masyarakat?
tere : e.. iya ya. enakan jg ikut demo masak, trus makan, trus kenyang deh.
memes : trus qt mojok lagi.
tere : ergggghhhhh…
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Mei ini adalah bulan yang sarat dengan perenungan atas hari besar perayaan Pendidikan Nasional dan Kebangkitan Nasional. Bertanyalah pada diri masing-masing: apa arti pendidikan? Apa arti kebangkitan? Dua elemen ini jika digabung, maka akan menjadi dua kata yang dasyat sekali: kebangkitan pendidikan. Jika pendidikan adalah hal yang sangat esensial untuk masa depan, maka apa fungsinya bagi kebangkitan lesbian?
Lesbian, era sekarang adalah era digital. Perubahan sistem pembelajaran dan pendidikan bergeser mengikuti teknologi yang terus bergerak. Demikian juga kesadaran akan penerimaan diri bagi kaum lesbian. Dulu, tubuh lemas dan tak memiliki kekuatan, kini tubuh perlahan-lahan mendapat asupan gizi sehingga menjadi kuat dan sanggup berdiri.
Lesbian, mari bangkitkan diri. Mari hilangkan rasa ketakutan, kesedihan, inferioritas, ketakberdayaan, dan seluruh perilaku negatif yang ujung-ujungnya akan menyeret lesbian menuju kehancuran masa depan. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kaum lesbian untuk berdamai dan berbahagia. Kuatkan hati, raih mimpi, teruskan perjuangan. Peluk cium untuk segenap pembaca setia SepociKopi.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 64 queries. 0.588 seconds.