Home » Bumbu Rahasia, Partnership, Personal Life, Relationship

Tidak Sulit Untuk Menyenangkan Pasangan

17 July 2008 177 views 10 Comments

Oleh : Bening

“Hallo, sayang” suara ceria Aa menyapaku lewat telepon.

“Hallo Aa” Spontan kulirik jam yang tergantung di dinding tepat di atas kusen pintu, sambil menjawab sapaannya. Hm, jam setengah 10 malam. Padahal ini hari pertama ia masuk kerja setelah sakit kemarin, sudah langsung lembur hingga jam segini. Haaah…aku menarik nafas, menjaga agar rasa kesal tidak naik ke kerongkongan.

“Lagi apa, Say? kok nggak ada cerita?” tanya Aa.

“Eh…eh…” aku gelagapan, Aa seperti bisa merasa diamku. “Lagi di depan kompi A, lagi nulis. Eh, Aa sudah di mana nih?” tanyaku, mengajak aa ngobrol.

“Sudah di jalan Anu, dik” jawab Aa singkat.

“Nanti mau makan malam nggak?”

“Ndak usah. Minum teh panas aja.”

“Oke, deh.”

“Dik,…”

“Hmm…”

“Bensin mobil kita udah habis, tinggal setengah garis” ujar Aa, dengan nada memelas, sedikit bingung seperti minta dikasihani.

Aku menelan ludah, menggerakkan bola mata setengah lingkaran dari ujung mata kiri ke kanan. Ekspresi yang bisa diterjemahkan: “Capee deh! kan tinggal mampir di pom bensin”. Rute perjalanan dari kantor Aa menuju rumah tentu aku hapal sekali. Dan aku tau, setidaknya ada 4 pom bensin yang akan dia lewati.

“Mampir di jalan Itu aja, A. Kan ada pom bensin” Aku coba memberikan saran yang paling logis. Tapi sepertinya, ini bukan sekedar masalah pom bensin terdekat yang dilewati. Aku tau!

“Males mampir, Dik…” Arrrgggh…nada suaranya makin memelas. Nah, itu dia! benar kan dugaanku.

Oke, Ning! Tarik napas pelan-pelan, sebut nama Tuhan. Baiklah…

“Ya udah…” Suaraku melunak. Mari cari solusi yang paling tepat. “Kalau males mampir, pulang ke rumah dulu deh, nanti adik temenin ke pom bensin.”

“Horee! beneran, dik? “

“Iya, bener dong. Nanti kalau udah deket kompleks telepon Ning lagi, biar Ning yang keluar kompleks. Aa tunggu di depan gerbang aja.”

“Aduh, terimakasih, dik. Adikku memang manis sekali! he he he…” Suaranya langsung riang seperti kicau burung pagi hari. Dan untuk suara segembira itu, rasanya aku mau melakukan apa saja, apalagi hanya menemaninya ke pom bensin.

***

Lihatlah, Aa tidak meminta.

Ia tau betul PW-ku, alias Posisi Wuenakku adalah di depan komputer atau di depan buku. Di depan kedua benda ini, acap kali akal sehatku menguap… he he he, malas disuruh beranjak, kalaupun aa minta ini itu, tak jarang ia akan memperolehnya dengan bonus sepotong cemberutan sekecut mangga muda. :D

Cara yang Aa gunakan adalah tidak menyuruh dan tidak meminta tolong. Kalau ia menyuruh, aku punya hak untuk menolak. Kalau ia meminta, aku boleh dong sesekali tidak memberi meski ditega-tegain. Tapi aa pandai menyentuh perasaanku, ia menjelaskan kondisi yang dia hadapi dan berharap akulah yang mengerti. Hingga ketika aku menawarkan solusi, menawarkan bantuan, itu benar-benar dari diriku sendiri.

Cara seperti ini memerlukan saling pengertian dan kerjasama sama yang baik. Komunikasi verbal yang jelas mengutarakan maksud dan tujuan memang sangat penting, tapi komunikasi hati dengan perasaan yang sensitif harus terus diasah.

Ada kalanya pasangan enggan meminta tolong, artinya dia berharap kitalah yang proaktif menawarkan bantuan. Adakalanya pasangan enggan untuk diganggu, kitalah yang mengerti apa yang dia inginkan. Saling bergantian, bergiliran, dan adil dalam bersikap. Bukan mengedepankan ego sendiri, keinginan untuk dimengerti tanpa mengasah rasa mengerti, kalau terus begini yang ada hanya bentrok.

***

“Muuaah…” kukecup pipi kirinya dengan mencondongkan badanku, setelah sebelumnya melonggarkan sabuk pengaman.

“He he he, terimakasih, Say”

Kujawil hidungnya. “Dasar malas!” aku menggodanya sembari tertawa.

Aku tau yang membuat Aa malas adalah karena harus mematikan mesin mobil, membuka pintu tangki bensin, menyiapkan uang, lalu turun, menunggui operator pom melakukan tugasnya, lalu melakukan transaksi pembayaran. ‘Menemani Aa ke pom bensin’ : aku lah yang akan melakukan semua prosedur itu, dan Aa tetap duduk manis di depan kemudi.

“He he he”

“Manja!”

“He he he”

Ia tersipu, pipinya merona.

“Senang kalau ada adik di deket Aa”

Hati mana yang tak membuncah bahagia mendengar ucapan tulus itu. Ah…Tuhan…, terimakasih. Ternyata tidak sulit untuk menyenangkan pasangan.

10 Comments »

  • Anonymous said:

    Trik Aa-nya boleh juga euy, at least gak bikin si teteh pundung alias ngambek hehehe ||G||

  • imutkeshya said:

    wah,usia tdk menjamin kedewasaan seseorang ya.

  • Anonymous said:

    Duh hepinya bisa ngelakuin aktifitas harian berdua…
    Ck ck ck…
    Romantisme ala Bening dan Aa..
    Kalau sayang… penginnya bisa deket terus kan…
    Iya deh… Ngiri nih… =)
    Tapi trik Aa untuk menyentuh hati kamu, mungkin bisa d tiru… =)

  • Anonymous said:

    busyet…manja bangget…bukankah ngisi bensin cukup tarik alat pembuka tutup tangki yg ada disamping kanan duduk sopir and teken tombol power window kaca kiri,bilang ke petugas pom sambil nyodorin duwit,tanpa harus matiin musik and a/c,abis gitu tancap lagi deh,hehhehe….(itu sih yg biasa aku lakukan tiap ngisi bensin).

  • biru said:

    hihihi cerita yang jenaka tapi hangat. Kadang bumbu2 kecil begitu jg yang tetap membangun keeratan.

  • millatza said:

    yup2…ngisi bensin gampang ko….tapi aanya aj yg lg manja. ning, aamu persis Bear-ku. suka minta g scr lgsg jg. Prnh dy minta nyokapnya bwt nelp ak ke rumah dy. krn dy tw, kalo ngmg lgsg ada kemungkinan ditolak. caranya g fair…kalo udh gt aku jelas2 g bs nolak.hhhgggggggghhhhhhh…but still…ak syg bgt sm dy..:)

  • sebeningembun said:

    ->||G|| : He he he, silakan dicoba :)

    ->imutkeshya : betul ;) bisa jadi semakin dewasa semakin manja, asal ada yang manjain. He he he.

    ->Anonymous (1) : Ditiru yang baik-baiknya aja ;) manjanya sih nggak usah ditiru :D

    ->Anonymous (2) : ember, emang tuh manja banget. Harusnya sih ngisi bensin itu cukup mudah, tapi buat manja-manja ada aja alasannya :)

    ->biru : thanks, biru. Benar kok, banyak jenis bumbu yang bisa kita gunakan untuk membuat hubungan bercitarasa istimewa. Kamu sukanya bumbu apa? ;)

    ->millatza : buat orang yang kita sayang, apa sih yang enggak?

  • noan..just a bill said:

    si aa manja banget si mbak???
    qkqkqkq pa cuma trik aa aja tuh biar mbak nemenin dia kmana aja??? :p
    hummm…tp ga terus2an mbak yg nglakuin itu di pom bensin kan?? pastinya…qkqkqk klo mbak bening hamil hueheueheuehue….
    PISSS….

  • Rachel said:

    Duh tiap kali baca tulisan kamu, saya jadi inget sama mantan2 saya. They are good people, so loving, so caring, so sweet, yang tdk pernah lupa menambahkan kata-kata love atau darl dlm tiap sms nya.

  • Anonymous said:

    Boleh juga…boleh juga…trknya sih AA. Patut dicontoh nih. Tp masalahnya ga semua femme kan kaya kamu ning:) Pasti mereka punya perspektif yg berbeda-beda.Tp yg pasti, kasian femme’nya donk kalo disuruh ngadepin “Bapak2″ di pom bensin sedangkan kita asyik nangkring didepan setir, padahal isi bensin mang gampang kok, ga perlu harus keluar mobil, apalagi kalo mereka tau yg bawa mobil cewek. Pasti dimaklumin (soalnya gw mang gak pernah turun mobil kalo isi bensin)….Hehehe, mang manja doank tuh si AA :p . Lam kenal buat berdua

    Rafi

Leave your response!

Ruang komentar adalah ruang yang memberikan perhormatan tinggi kepada kaum lesbian. Silakan gunakan kata "lesbian" atau "lesbi" dengan tepat, bukan dengan kata-kata lain yang melecehkan. Komentar dengan bahasa alay, singkatan, dll, tidak diperkenankan. Terima kasih.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.