Home » Persona, Seni Budaya

Gus Tf. Sakai: Apresiasi Cerpen Gay

6 January 2009 275 views No Comment

Diambil dari www.sriti.com
Ditulis oleh: Chusnato

Cerpen yang baik acap berakhir titik dengan sebuah pesan. Membaca keindahan sastra kadang lebih ampuh dalam jagat pesan yang disampaikan. Cerita mengalir indah, lalu jatuh dipalung makna. Sejumlah cerpen Gus tf Sakai juga begitu. Kendati sebagian cerpennya begitu gelap, ada yang jelas sengaja berdiam di balik makna cerita.

Beberapa bulan silam, saya mewawancari Gus karena ia mendapat penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2007 untuk karya Perantau (Gramedia Pustaka Utama, 2007). Lalu kami menyenggol ke sejumlah cerpen tema gay karyanya. “Dengan cerpen-cerpen tersebut, ada yang sempat menuduh saya gay,” katanya.

Cerpen berjudul Tukang Cukur (dimuat Kompas, 27 Agustus 1995) misalnya. Seorang pembaca dari Bandung menulis surat khusus untuknya lantaran dia begitu menyukai cerpen yang terhimpun dalam buku kumpulan cerpen Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (Gramedia Pustaka Utama, 1999). Cerpen itu juga dibukukan oleh The Lontar Foundation dalam versi bahasa Inggris, The Barber (2002).

Sedangkan Upit (dimuat Kompas 9 Juli 2000) adalah cerpen yang paling faktual dari dua cerpen gay lainnya. Upit masuk sebagai salah satu yang terbaik dalam buku Cerpen Pilihan Kompas 2001 Mata yang Indah (Penerbit Buku Kompas, 2000). Dalam rencana, Gus tf Sakai akan menghimpun Upit dan sejumlah cerpen realisnya yang lain dalam buku kumpulan cerpen Perempuan Lumut yang diterbitkan tahun mendatang.

Cerpen lain adalah Lak-uk Kam. Cerpen tersebut juga akan dimasukan dalam kumpulan cerpen Perempuan Lumut. Cerpen Lak-uk Kam (dimuat Kompas, 23 September 2007) yang masuk dalam buku Cerpen Kompas Pilihan 2007 Cinta di Atas Perahu Cadik (Penerbit Buku Kompas, 2008) silam.

Tentang tiga cerpen bertema gay itu, Gus memaparkan sedikit alasannya. “Aku hanya ingin menulis tentang mereka, yang saat itu masih relatif jarang. Kecuali kayaknya belakangan ini, ya?”Lebih dari 110 pembaca www.sriti.com kami berikan survei kecil tentang cerpen bertema gay karya Gus tf Sakai. Jajak pendapat sederhana itu disambut 48 responden yang memberi jawaban. Kami memberikan tiga pertanyaan dengan lampiran tiga cerpen gay karya Gus. Sekitar lebih dari 43 persen telah mengenal dan membaca cerpen Upit. Lebih dari 60 persen dari penjawab memilih cerpen Tukang Cukur sebagai yang terbaik ketimbang dua cerpen lainnya. Dan sekitar 25 persen memberi jawaban tidak menyangka kalau cerpen Lak-uk Kam adalah cerpen bertema gay.

Survei tinggalah sebuah data. Kita bisa menikmati ketiga cerpen bertema gay itu, dan menggiringnya ke arah apresiasi.

@SepociKopi, 2009

Leave your response!

Ruang komentar adalah ruang yang memberikan perhormatan tinggi kepada kaum lesbian. Silakan gunakan kata "lesbian" atau "lesbi" dengan tepat, bukan dengan kata-kata lain yang melecehkan. Komentar dengan bahasa alay, singkatan, dll, tidak diperkenankan. Terima kasih.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.