TAJUK: Kalender, Tahun Baru, dan Kita
Suatu hari menjelang tahun baru, saya sempat merenung di dalam toilet. Takjub dengan
kecanggihan manusia saat pertama kali memanfaatkan perhitungan waktu. Penciptaan hari-hari yang membuat saya tak habis pikir. Bagaimana bisa nama-nama bulan hari, dan setiap detiknya menjadi momen-momen bersejarah dalam kelangsungan alam semesta. Apalagi kemudian waktu yang dalam perulangannya dirayakan, dijadikan sebagai bagian dari kebudayaan. Berakhirnya masa satu tahun kalender Greogian yang dianut banyak negara-negara di dunia itu sering membuat saya terpukau. Wow!
Kalender Gregorian merupakan modifikasi dari kalender Julian yang diusulkan pertama kali oleh Aloysius Lilius dari Napoli , Italia dan disetujui oleh Paus Gregorius XIII pada tanggal 24 Februari 1582, penanggalan tahun kalender ini berdasarkan tahun Masehi. Kalender Julian ini dianggap kurang akurat, karena dimulai dari musim semi 21 Maret, yang membuat perayaan Paskah yang sudah disepakati sejak Konsili Nicea I (pertemuan petinggi gereja tentang keseragaman doktrin Kristiani di di Nicaea , Bithynia sekarang Iznik Turki) pada tahun 325 tidak tepat lagi. Lalu pada tahun 1582, hari Sabtu 4 Oktober diikuti Minggu 15 Oktober.
Satu tahun kalender Julian awalnya berisi 365, 25 hari, namun karena perputaran bumi mengelilingi matahari berlangsung selama 365, 2422 hari, maka setiap satu milenium, kalender Julian jadi berlebih 7 hingga 8 hari. Dari sini jugalah muncul hari-hari kabisat yang agak berbeda pada kalender baru ini. Pada kalender Julian setiap tahun bisa dibagi 4 yang merupakan tahun kabisat. Namun pada kalender baru tahun yang bisa dibagi 100 hanya dianggap sebagai tahun kabisat, jika tahun ini juga bisa dibagi 400. Misal tahun 1700, 1800, dan 1900 bukan tahun kabisat, tetapi tahun 1600 dan 2000 merupakan tahun kabisat.
Awal kalender Gregorian dipopulerkan, tidak semua negara mau memakai, baru setelah beberapa abad semua negara mau mengimplementasikan. Rusia misalnya baru memakainya di tahun 1918, Revolusi Komunis Rusia pun akhirnya diperingati setiap tanggal 7 November yang disebut dengan Revolusi Oktober. Kalender Julian sendiri saat ini masih dipakai oleh Gereka Ortodoks. Sementara 1 Januari 1622 pun ditetapkan sebagai permulaan tahun.
Budaya perayaan tahun baru sendiri pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM tak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma. Ia segera memutuskan mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh sebelum masehi, dibantu seorang astronomi Sosigenes antronom asal Iskandariyah yang mengikuti revolusi matahari, seperti yang sejak lama dilakukan oleh orang-orang Mesir. Satu tahun penanggalan dihitung sebanyak 265 seperempat hari, dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM, sehingga tahun 46 SM dimulai pada tanggal 1 Januari.
Setelah menetapkan penanggalan baru ini, Caesar pun memerintah dalam kurun waktu setiap empat tahun, kemudian setiap bulan Februari ditambah satu hari, sehingga penyimpangan dalam kalender Gregorian ini bisa dihindarkan. Yang uniknya dari nama-nama bulan yang dipopulerkan zaman Caesar ini tak lama setelah Caesar mati terbunuh di tahun 44 SM, beberapa diantaranya diubah. Misal bulan Quintilis menjadi Julius atau Juli. Bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, yakni kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.
Meskipun hampir semua negara memakai tahun penggalan Gregorian, namun sepertiga lainnya masih menggunakan tahun masing-masing untuk merayakan tahun baru. Kalender Bahai misalnya, merayakan tahun baru pada tanggal 21 Maret. Umat Yahudi yang merayakan tahun baru Rosh Hasanah setiap tanggal 5 September. Sementara itu penganut Islam merayakan tahun baru Hijriyah setiap tanggal 1 Muharam. Tahun baru Tiongkok atau Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dingin antara Januari dan awal Februari. Tahun baru Thailand pada tanggal 13 April hingga 15 April, yang dilakukan secara simbolis dengan penyiraman air. Di Vietnam tahun baru Tet Nguyen Dan dirayakan pada hari yang sama dengan Imlek.
Sejarah lahirnya tahun baru ini tentu saja menjadi sebuah renungan bagi kita. Acuan positif untuk melihat kembali apa-apa saja yang sudah kita lakukan dalam kurun waktu satu tahun itu. Penangalan-penangalan itu seharusnya membuat semua proses kehidupan lebih teratur. Memudahkan manusia menyusun setiap rencana lebih baik demi peningkatan kualitas hidup. Dengan melihat angka-angka tersebut seharusnya memberi kesadaran bahwa hidup ini terlalu singkat untuk disi dengan kesia-siaan.
Tentu dalam dunia lesbian kita tidak perlu menjadi nyeleneh membuat penanggalan baru yang dinamai dengan ciri-ciri kelesbianan. Atau nama-nama bulan yang ditukar namanya agar bersemangat memaknai hidup ini. Bulan Januari tak perlu menjadi Januarbutch, Februardyke, Marchandro, Aprilifemme, Meylady, dan lain sebagainya. Penanggalan buat kita mungkin bisa dimaknai lebih dalam jauh lebih luas dari nama-nama bulan yang ada. Mengisi setiap waktu dengan aktivitas berkualitas. Bulan-bulan itu bisa berisi program-program kemajuan diri. Kursus bahasa asing, aktivitas kesehatan, kebugaran, olahraga, pengajian di mesjid, perkumpulan gereja, klub pecinta lingkungan dan hewan yang mendunia misalnya.
Cobalah melihat kebelakang sejenak. Apa yang sebenarnya dirayakan para lesbian ketika tahun baru tiba? Kesuksesan? Kesedihan? Patah hati? Lepas dari pacar yang psycho? Pengangguran yang masih saja membelenggu? Apakah kita akan begitu-begitu saja meratap kegagalan. Merenungi sikap-sikap kita yang masih saja belum berubah. Lihatlah kalender… perhatikan apa semua keinginan yang diimpikan sudah tertulis dalam setiap kolom bulan. Target-target yang ingin dicapai, kemajuan-kemajuan yang dinginkan. Bukankah semua kesuksesan memang berawal dari mimpi, rencana dan harapan. Tahun baru bagi para lesbian berarti” ibadah, kemajuan diri, pengadian” yang lebih baik lagi pada Tuhan, keluarga, tempat kerja, dan tanggung jawab pada alam dan lingkungan. Stempel-stempel itu seharusnya mengisi kalender para lesbian, setelah kata “sukses, sehat dan bahagia”.
@Nuha Guwa, SepociKopi, 2009















ehee..nama bulan lesbiannya kocak!
)
~7~
Leave your response!