Sekarang Atau Lima Puluh Tahun Lagi
Akhir-akhir ini, paranoidku mengulah. Paranoid berlebihan takut kehilangan kekasih tercinta. Jadilah aku seperti polisi 24 jam, mengecek sana-sini apa yang dilakukan kekasihku. Menelepon hampir tiap saat senggangku, yang menurut Michiru adalah sangat berlebihan. Panik bila telepon tak diangkat, apalagi kalau SMS tak dijawab. Ketakutanku yang sangat berlebihan. Apakah karena zona kenyamanan bercinta saat ini sedang kurasakan dan sangat ketakutan bila semuanya harus sirna dalam sekejap. Sepertinya aku terlalu menjaganya, sampai-sampai kekasih merasa terlalu terjaga dan ingin sekali-kali lepas dari penjagaanku. Yeah, begitulah bila aku terlalu berlebihan ingin menjaganya. Meski hanya melalui pencetan tombol di tangan.
Sering aku merasa uring-uringan tak menentu kalau merasa komunikasiku tak lancar dengannya. Sekali lagi, hanya menurutku saja, meskipun sebenarnya tak ada apa-apa. Katakanlah, telepon dan SMS yang hanya dijawab dengan “Ya” atau “G’’. Dan marah yang tak beralasanku pun dibalas kekasih dengan sindiran, “Yah, kalau mau on line 24 jam terus sih, kamu pacaran sana sama call center atau yang 0809 itu, biar bisa terus-terusan jawab SMS dan teleponnya kamu.”
Cinta dan takut kehilangan, itulah dia, dua rasa yang tak bisa kupisahkan. Entah bagaimana memilahnya, otak kiri dan kananku sama sekali tak mampu mencerna. Lambungku sakit bila harus memikirkannya, jantungku melemah dan paru-paruku bakal bocor halus bila itu sampai terjadi. Jangan sampai ini terucap di depannya, atau sindiran kedua akan berlanjut dari Michiru, “Gombal kamu”
Salah seorang sahabat mengatakan, jangan mencinta yang terlalu mencinta. Jatuhnya nanti, sakit teramat gak ketulungan. Berulang kali dia mengingatkanku, berulang kali aku mengatakan kalau aku memang benar-benar cinta kekasihku. Dan tak tahu bagaimana bila harus mengurangi porsi cinta itu kepada sang kekasih. Akhirnya, jadilah aku yang bebal, menjadi over paranoid yang menjijikkan. Aku sendiri pun tak tahu kenapa dan kenapa, entah bagaimanapun tak mengacuhkan rasa peduli yang terlalu berlebihan ini. Kekasihku pun tak pelak lagi sering menganggapku, “kekanakan”.
Bukan Michiru saja, aku pun menganggap sikapku memang kekanakan. Seperti satpam 24 jam yang ingin menjaga. Online terus seperti status YM yang sebenarnya sudah away tetapi tetap “I’m on sms”. Bodyguard ikhlas yang menguntit ke mana-mana. Bukan Bodyguard from Beijing, malah from tanah batak antah berantah. Atau jangan-jangan, aku punya kelainan psikis, oh tidak, apakah aku psikopat??? Jangan-jangan iya. Oh tidak. Mudah-mudahan bukan. Jangan-jangan memang iya. Ah, semoga bukan, ya Tuhan.
Kuharap kekasih mengerti maksud hatiku. Mungkin inilah efek rasanya merindu, rasanya seperti terimpit dan terjepit. Ingin menjerit pun, tak bisa tak keluar. Vokalnya serasa tersumbat. Ingin mengucapkan A yang keluar E, terbayang B, terkatakan X. Sudah tak sinkron lagi otak dengan mulut, hati dengan jiwa, raga dengan perasaan. Rasanya ingin melompat, terbang dengan dua sayap agar terobati sejenak kekosongan jiwa yang ada. Sambil berandai-andai, akupun berkhayal mendengar kekasih melantunkan lagu curahan hatiku, seperti di dalam lagunya WARNA,
*)Kau bilang kini kau tak menarik lagi
*)Tapi kumerasa kau tidak…
*)Kau selalu bertanya apa ku masih cinta
*)Dari pertanyaanmu sepertinya kau takut.
**)Sekarang atau 50 tahun lagi ku masih akan tetap mencintaimu
**)Tak ada bedanya rasa cintaku masih sama seperti pertama bertemu
***)Ku ingin tahu pernahkah kauduakanku
*)Pernahkah? Ku tak pernah..
***)Bermain cinta di belakangku, bersenang-senang…
*)Dari pertanyaanmu, sepertinya kau takut..
*)Cobalah percaya padaku itu hanya ketakutanmu saja
*)Cobalah percayaaaaa…
Index *) = Femme yang melantunkan
Index **) = Pasangan sama-sama melantunkan
Index ***) = Butch yang melantunkan
@Arie Gere, SepociKopi, 2009










Heh??! Biar udah punya pasangan, tiap orang tetap butuh privasi kalee
Engap deh urusannya kalo dijagainnya sampai over gitu. Yg ada malah putus gara2 capek diawasin terus & bisa dianggap kita gak percaya ma dia. Kasih kebebasan yg bertanggung jawab, toh waktu awal jadian kita udah tau komitmen kita masing2, baik yg LDR atau yg sekota atau bahkan yg serumah sekalipun
CINTA dan TAKUT KEHILANGAN… Kalo cinta, ya pastinya takut kehilangan dwonk ach….!!! Kalo udah ga ada rasa takut kehilangan, itu namanya udah kaga cinteeee….. *peace…!
aq juga gitu dl…
selalu jempol bergoyang…
ampe2 blon ada setahun hp soner kesayangan musti dijual krn udah somplak ampun2an…
skrg baru 2 minggu jalanin ma gf baru, eh dia orangnya tuh yg ga bgt begitu…
bisa2 3 harian baru ada kabar itu jg tlp bentar..
aq yg terbiasa ga pnh lepas ngontrol pacar jadi uring2 ndiri deh dibuatnya…
aq juga gitu dl…
selalu jempol bergoyang…
ampe2 blon ada setahun hp soner kesayangan musti dijual krn udah somplak ampun2an…
skrg baru 2 minggu jalanin ma gf baru, eh dia orangnya tuh yg ga bgt begitu…
bisa2 3 harian baru ada kabar itu jg tlp bentar..
aq yg terbiasa ga pnh lepas ngontrol pacar jadi uring2 ndiri deh dibuatnya…
The hottest romance always have the coldest endings.
Heheh…bener sih kata orang tua duul kalo cinta yang 100%, cukup 60% aja. Biar nanti gak sakit ati.
Cayo buat Arie Gere, aku suka baca tulisan2 kamu. Semoga awet ama Michirunya ya.
I’m not a lesbian, but I love reading this blog very much.
Tania
Insecurity is part and parcel of every relationship. Who doesn’t worry that their beloved will be torn away from them somehow sometime? But insecurity can be addressed over time, through understanding each other better, through words and/or gestures of assurance, through commitment, through expressions of love. Insecurity is a solvable hiccup, and is vastly different from self-esteem issues.
Cobalah kamu membicarakan baik- baik masalah keresahan hatimu ke pasangan km. Lalu cobalah menyelesaikannya bersama. Pasanganmu seharusnya merespon kamu dan mengerti permasalahan kamu jadi dia mampu untuk mendukungmu, dan secara batiniah, kamu akan merasa lebih lega.
So, work it out.
Hubungan itu tentang perasaan bersama, kamu dan dia. Carilah titik tengahnya.
Good Luck.
Dulu gw juga begitu.. seakan mo makan aja tuh hape kudu disamping temenin makan. Lagi mo mandi aja, tuh hape di bawa ke kamar mandi ikutan mandi.. hahaha.. but, Thanks God..! seiring gw berusaha meningkatkan rasa percaya diri gw, rasa itu gak menghantui gw lagi.. biar tampang gw pas-pasan, kantong pas-pasan, yang penting, gw yakin cinta gw beri gak bakal dia temukan dari orang laen… peace bro’
Dulu gw juga begitu.. seakan mo makan aja tuh hape kudu disamping temenin makan. Lagi mo mandi aja, tuh hape di bawa ke kamar mandi ikutan mandi.. hahaha.. but, Thanks God..! seiring gw berusaha meningkatkan rasa percaya diri gw, rasa itu gak menghantui gw lagi.. biar tampang gw pas-pasan, kantong pas-pasan, yang penting, gw yakin cinta gw beri gak bakal dia temukan dari orang laen… peace bro’
hohohoh….ternyata ini misterinya kenapa status kak arie selalu
‘sekarang atau 50 tahun lagi’, hehehe
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Mei ini adalah bulan yang sarat dengan perenungan atas hari besar perayaan Pendidikan Nasional dan Kebangkitan Nasional. Bertanyalah pada diri masing-masing: apa arti pendidikan? Apa arti kebangkitan? Dua elemen ini jika digabung, maka akan menjadi dua kata yang dasyat sekali: kebangkitan pendidikan. Jika pendidikan adalah hal yang sangat esensial untuk masa depan, maka apa fungsinya bagi kebangkitan lesbian?
Lesbian, era sekarang adalah era digital. Perubahan sistem pembelajaran dan pendidikan bergeser mengikuti teknologi yang terus bergerak. Demikian juga kesadaran akan penerimaan diri bagi kaum lesbian. Dulu, tubuh lemas dan tak memiliki kekuatan, kini tubuh perlahan-lahan mendapat asupan gizi sehingga menjadi kuat dan sanggup berdiri.
Lesbian, mari bangkitkan diri. Mari hilangkan rasa ketakutan, kesedihan, inferioritas, ketakberdayaan, dan seluruh perilaku negatif yang ujung-ujungnya akan menyeret lesbian menuju kehancuran masa depan. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kaum lesbian untuk berdamai dan berbahagia. Kuatkan hati, raih mimpi, teruskan perjuangan. Peluk cium untuk segenap pembaca setia SepociKopi.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 64 queries. 0.827 seconds.